Sample Text

Total Pageviews

Jam

Facebook Pages

Google +

Our Topics

Affiliates

Poll

About Us

Resource

Diberdayakan oleh Blogger.

Ads 468x60px

Social Icons

Followers

About Me

Featured Posts

Home » » Pengertian Penidikan

Pengertian Penidikan


A.Pengertian Pendidikan
            Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
            Menurut John Dewey pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional kearah alam dan semesta manusia.  ( Zahra Idris,1981,hal:9) Adapun menurut John Dewey pendidikan itu terdapat dua teori yang saling bertentangan antara yang satu dengan yang lainnya :
1.      Paham konservatif mengemukakan pendidikan adalah sebagai suatu pembentukan terhadap pribadi anak tanpa memperhatikan kekuatan-kekuatan atau potensi-potensi yang ada dalam diri anak. Pendidikan juga merupakan suatu proses pembentukan jiwa dari luar dimana mata pelajaran telah ditentukan menurut kemauan, sehingga anak tinggal menerima saja.
2.      Paham Unfolding Theory berpandangan bahwa anak akan berkembang dengan sendirinya, karena ia telah memiliki kekuatan-kekuatan latin dimana perkembangan anak telah memiliki tujuan yang pasti.(Uyo Saduilah,2009,hal:124)
B .Macam-Macam Fungsi Lembaga Pendidikan Konservatif
Wuradji (1988) menyatakan bahwa pendidikan sebagai lembaga konservatif mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut:
1.      Fungsi kontrak social
2.      Fungsi Kontrolsosial
3.      Fungsi pelestarian budaya masyarakat
4.      Fungsi sekolah berkaitan dengan konservasi nilai-nilai budaya daerah.
5.      Fungsi pendidikan dan perubahan daerah
6.      Fungsi seleksi dan alokasi.(waradji,1988,hal:31)
Pendekatan sistematis pengembangan melalui pendidikan adalah pendekatan dimana masyarakat tradisional sebagai input dan pendidikan sebagai sebagai suatu lembaga pendidikan masyarakat sebagai pelaksana proses pengembangan dan masyarakat yang di cita-aitakan sebagai outputnya yang di cita-citakan.
Menurut Ki Hajar Dewantara ada tiga limgkungan pendidikan yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Bentuk pendidikan dibagi menjadi tiga bentuk yaitu pendidikan formal, pendidikan informal, dan pendidikan non formal. Pelaksanaan bentuk pendidikan itu diantaranya adalah lembaga pemerintah, lembaga keluarga, lembaga keagamaan, dan lembaga pendidikan lainya. Lembaga keluarga itu sendiri yang menyelenggarakan pendidikan informal, dan lembaga lainnya menyelenggarakan pendidikan formal maupun pendidikan informal.
            Proses pendidikan dari tiga bentuk pendidikan dipengaruhi oleh system politik dan ekonomi (Muhammad Dimyati,1996,hal 163).
a.       Fungsi Kontrak social
Yaitu suatu masyarakat yang kuat karena memilki ikatan sosial, walau kadang kurang msuk akal contohnya di pulau samosir ikatan yang muncul adalah ikatan adat, sehingga panggilan jiwa untuk masyarakat adat ada karena ikatan adat. Hal ini yang mendorong masyarakat untuk saling membantu, karena ada unsure marga sebagai identitas adat.
Setelah masyarakat mengenal Hak Asasi Manusia dan menghapuskan penjajahan, kemudian timbul suatu “Negara” yang merdeka. Dalam pembentukannya Negara memiliki sukunya. Atau seiring perkembangan peradaban,aturan suku ditinggalkan dan mengusung aturan agama. Di Indonesia hal ini pernah terjadi, pada saat awal pembentukan dasar Negara, yang dikenal sebagai piagam Jakarta, yang kemudian menyatukan seluruh suku bangsa yang sangat banyak adalah sebuah kontrak yang diharapkan menjadi pemersatu, dan tidak ada diskriminasi, kontrak sosial diakui oleh seluruh bangsa dan Negara seperti di Indonesia kontrak sosialnya adalah UUD 1945, sehingga siapapun presidennya harus memenuhi kontrak sosial.
Didalam kontrak sosial tersebut adanya cita-cita yang ingin dicapai, ada tujuan pemerintah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia, sebagai warga Negara yang kritis kita harus dapat melihat adanya penyimpangan dari kontrak sosial tersebut, misalnnya konsentrasi sektor ekonomi dan pemerintah yang terlalu besar di pulau jawa, APBN yang terlalu sedikit di luar pulau jawa, dan permasalahan selalu timbul seperti kemacetan, urbanisasi, pemukiman kumuh.
b.      Fungsi kontrak sosial
Berfungsi sebagai lembaga pelayanan sekolah untuk melakukan mekanisme kontorl sosial. Durkhem menjelaskan bahwa pendidikan moral dapat digunakan untuk menahan atau mengurangi sifat-sifat egoism pada anak-anak menjadi pribadi yang merupakan bagian masyarakat yang integral dimana anak harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab sosial.
Sekolah sebagia lembaga yang berpungsi untuk mempertahankan dan mengembangkan tatanan-tatanan sosial, serta control sosial menggunakan program-program asimilasi dan nilai-nilai subgroup beraneka ragam.
c.       Fungsi pelestarian budaya masyarakat
Kebudayaan adalah suatu system norma-norma semacam itu dan bertindak seperti apa yang diharapkan yang distandarnisasi yang dikenal dan di ikuti secara umum oleh para anggota masyarakat. Norma-norma ini mempunyai tugas untuk mempersatukan budaya-budaya etnik yang beraneka ragam, dan harus melestarikan nilai-nilai budaya daerah yang masih layak dipertahankan seperti bahasa daerah, kesenian daerah, budi pekerti dan upaya mendayagunakan sumber daya local bagi kepentingan sekolah itu sendiri dan sebagainya.
d.      Fungsi sekolah berkaitan dengan konservasi nilai-nilai budaya daerah
Fungsi sekolah yaitu pertama sekolah digunakan sebagai salah satu lembaga masyarakat untuk mempertahankan nilai-nilai tradisional masyarakat dari suatu masyarakat pada suatu daerah tertentu. Untuk memenuhi tuntutan itu maka perlu disusun kurikulum yang baku yang berlaku untuk semua daerah dan kurikulum yang disesuaikan dengan kondisi dan nilai-nilai daerah tertentu. Oleh karena itu sekolah harus menanamkan nilai-nilai yang dapat menjadikan anak itu menjadi yang mencintai daerahnya dan mencintai bangsa dan tanah airnya.
e.       Fungsi pendidikan dan perubahan sosial
Pendidikan dan perubahan sosial memiliki fungsi untuk meningkatkan kemampuan analisis kritis yang berperan untuk menanamkan keyakinan-keyakinan dan nilai-nilai baru tentang cara berpikir manusia. Pendidikan pada era modern berhasil menciptakan generasi baru dengan gaya kreasi dan kemampuan berpikir kritis, sikap tidak mudah menyerah pada situasi yang ada dan sikap yang tanggap terhadap perubahan.
            Pengaruh dan upaya pengembangan berpikir kritis dapat memberikan modifikasihierarki sosial ekonomi. Oleh karna itu pengembangan berfikir kritis, juga berpengaruh penghargaan masyarakat terhadap nilai-nilai manusiawi, perjuangan kearah hak-hak politik, sosial, maupun ekonomi
            Pendapat Wiliam F. O’neil tentang pendidikan bahwa pendidikan meminimilkan kebebasan iti disebut pendidikan yang konservatif, dan itu terbagi menjadi tiga yaitu :
1)      Fundamentalis pendidikan
2)      Intelektualisme pendidikan
3)      Konservatisme pendidikan
Dalam dunia pendidikan konservatif beranggapan bahwa sasran utama sekolah adalah pelestarian dan penerusan pola-pola sosial serta tradisi-tradisi yang sudah mapan. Ada dua ungkapan dasar konservatif dalam pendidikan yaitu:
1)      Konservatisme pendidikan religious
Yaitu memerankan peran sentral pelatihan rohaniah sebagai landasan pembangunan karakter moral yang tepat.
2)      Konservatisme pendidikan sekuler
Yaitu memusatkan perhatiannya pada pelestarian dan keyakinan-keyakinan pada praktek-praktek yang sudah ada.
f.        Fungsi seleksi dan Alokasi
Seleksi adalah proses penentuan, Pemilihan dan penetapan orang-orang tertentu yang akan diterima sebagai tenaga baru/ pegawai. Pelaksanaan seleksi merupakan tugas yang sangat penting, berusaha, dan membutuhkan tanggung jawab yang besar. Proses seleksi yaitu proses untuk menentukan kandidat yang mana yang paling layak mengisi jabatan tertentu yang tersedia di sekolah.
1.      Paradigm rekrutmen dan seleksi
Dalam pengamatan ada beberapa paradigma yang bisa dijadikan pedoman dalam melakukan rekrutmen dan seleksi dalam kaitannya dengan tindakan kerja.

1). Human thingking
      Adalah paradigm yang hanya memahami pelamar hanya dari dimensi berfikirnya saja sehingga dalam proses mencari dan menentukan pilihan dan murni berlandaskan pada kemampuan analisa, menyimpulkan dan kreatiftas alternative untuk menyelesaikan masalah yang dia hadapi sehingga hubungan nya hanya dipandang dari relasi berfikir saja.
2). Human working
     adalah cara pandang yang hanya memahami calon pelamar dari dimensi kerjanya saja. Cara pandang ini hanya melihat dari kesiapan mentalnya untuk bekerja dan melakukan segala sesuatu secara konkrit.
3). Human original
     Cara pandang ini hanya akan mencari dan memilih yang belum berpengalaman sama sekali, tidak musti pintar yang penting bisa dibina, diarahkan dan dibentuk melalui upgreding SBM sekolah.
2.      Alasan-alasan dasar rekrutmen dan seleksi
Alas an-alasan dasar rekrutmen dalam suatu organisasi baru antara lain :
1). Berdirinya organisasi baru
2). Adanya perluasan kegiatan organisasi
3). Terciptanya pekerja-pekerja dan kegiatan-kegiatan baru.
4). Adanya pekerja yang pindah ke organisasi lain.
5).adanya pekerja berhenti baik dengan hormat maupun tidak hormat sebagai tindakan positif
6). Adanya pekerja yang berhenti karna memasuki pension
7). Adanya pekerja yang meninggal dunia.
3.      Faktor rekrutmen dan seleksi
Ada tiga factor yang mempengaruhi kebijakan-kebijakan dan praktek-praktek rekrutmen terutama disektor public yaitu:
1). Economic Education
2). Political Factor
3). Peraturan-peraturan dan keputusan-keputusan pengadilan
4.      Sistem rekrutmen dan seleksi
Sistem rekrutmen dan seleksi dapat dilaksanakan dengan duacara yaitu sistem langsung dan siitem tidak langsung.
1). Sistem langsung adalah sistem  yang menerima secara langsung terhadap seorang tenaga baru dengan langsung memberikan SK dari pimpinan tertinggi.


Adapun bentuk-bentuknya antara lain :
-         Pemupukan ekstenal
-         Pemupukan internal
-         Bentuk terbuka
-         Bentuk tertutup
2). Sistem tidak langsung adalah sistem rekrutmen dan seleksi yang menerima tidak langsung terhadap tenaga baru. Tetapi SK diberikan setelah tenaga baru melawati masa orientasi yang berfungsi evaluasi seleksi dalam jangka waktu tertentu. Adapun bentu-bentuknya antara lain :
 -   Orientasi selektif
 -   Orientasi Akumulatif  (http://groups.yahoo.com)

     C. Peranan Pendidikan Konservatif
Paradigma pendidikan konservatis bermula dari suatu konstruksi filosofis yang lebih banyak berkiblat pada aliran filsafat pendidikan Perenialisme dan essensialisme. Konsep-konsep dasar tentang berbagai unsur pendidikan cenderung bersifat statis serta kurang mampu mengakomodir pandangan-pandangan baru(eksklusif). Orientasi pendidikan konservatif adalah untuk mempertahankan nilai-nilai normatif yang telah mapan (status quo). Pendidikan tidak jauh beda dengan proses transfer nilai yang kemudian dijadikan sebagai pedoman hidup.
Dua aliran filsafat yang mendasari pendidikan konservatif ini sebenarnya memiliki orientasi yang sama, yakni lebih mayakini nilai-nilai keabadian sebagai tujuan akhir. Jika perenialisme langsung memahami orientasi akhir dari pendidikan sebagai pengakuan terhadap nilai-nilai transendental. Sedangkan essensialisme lebih meyakini nilai-nilai kemanusiaan yang paling fundamental, yaitu dimensi moralitas yang bersumber dariajaran agama. Meskipun model atau perwujudan aliran filsafat pendidikan ini terlihat berbeda, namun secara substantif adalah sama.       
Peranan pendidikan konservatif adalah salah satu tanggung jawab kurikulum untuk mentranmisikan dan mentafsirkan warisan sosial pada generasi mudah. Dengan adanya peranan konservatif ini maka sesungguhnya pendidikan itu berorientasi pada masa lampau. Namun peranan pendidikan konservatif ini sangat mendasar sifatnya.
Menurut John Dewey pendidikan konservatif merupakan suatu pembentukan terhadap pembentukan pribadi anak tampa memperhatikan kekuatan atau kemampuan IQ peserta didik yang ada didalam dirinya.(zahra idris1981.hal:12-16)













BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaa, kecerdasan, keterampilan dan akhlak mulia. pendidikan sebagai lembaga konservatif mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut diantaranya Fungsi kontrak social, Fungsi Kontrolsosial, Fungsi pelestarian budaya masyarakat, Fungsi sekolah berkaitan dengan konservasi nilai-nilai budaya daerah dan , Fungsi pendidikan dan perubahan daerahFungsi seleksi dan alokasi.pendidikan konservatif adalah untuk mempertahankan nilai-nilai normatif yang telah mapan (status quo). Pendidikan tidak jauh beda dengan proses transfer nilai yang kemudian dijadikan sebagai pedoman hidup.











DAFTAR PUSTAKA
Zahra idris.1981.Dasar-dasar Pendidikan.Padang:Angkasa Raya
Uyo Sadullah.2009.Pengantar Filsafat Pendidikan.Bandung:Alfabeta
Muhammad dimyati. 1996. Landasan Pendidikan. Malang:Pustaka setia
Wuradji. 1988. Sosiologi Pendidikan Sebuah Pendekatan Jakarta: Depdikbud.
http://groups.yahoo.com/group/pakguruonline/massage

0 komentar:

Poskan Komentar